Sukseskan Pemilu, Ini Kata Bupati Blitar


Blitar.deliknews – Dharma Santi sebagai rangkaian perayaan hari Raya Nyepi secara filosofi mengadung makna untuk saling memaafkan antara sesama guna mencari kedamaian.

Mengambil tema “Dengan Catur Brata Penyepian, Kita Sukseskan Pemilu 2019” ribuan umat Hindu Blitar raya mengahdiri acara Dharma Santi yang digelar oleh Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar, Sabtu (30/3/2019) di Candi Pallah Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Tampak hadir, Bupati Blitar Rijanto bersama Forpimda Kabupaten Blitar dan beberapa Kepala OPD. Selain itu, Ketua Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Timur, Pembimnas Kanwil Kemenag Jawa Timur, para Tokoh Agama se-Kota/Kabupaten Blitar dan warga umat Hindu se-Blitar raya.

Dalam sambutanya, Lestari Ketua PHDI Blitar dan juga selaku Ketua Panitia acara menyampaikan, bahwa Dharma Santi yang dilaksanakan hari ini merupakan akhir dari perayaan Hari Raya Nyepi yang secara filosofi memiliki makna kedamaian atau berdamai, ini sangat positif dimana kita saling mengucapkan selamat dan saling memaafkan untuk memperoleh suatu kedamaian.

“Kita patut berbangga karena semua rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi dapat berjalan lancar, aman dan nyaman, ini menunjukkan bahwa keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama serta persaudaraan sudah tercipta dengan baik, kondisi yang kondusif. Hal seperti ini harus tetap dijaga bersama agar kedamaian dan kerukunan senantiasa dapat mengiringi kehidupan kita, jadikan Hari Raya Nyepi ini sebagai sarana perenungan, refleksi diri dan introsfeksi untuk dapat meningkatkan nilai-nilai kerukunan antar umat beragama,” demikian kata sambutan yang dibacakanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, “Rangkaian kegiatan hari raya nyepi ini yang diawali dengan upacara Melasti di teruskan dengan Tawur Kesanga (ogoh – ogoh) dan diteruskan dengan Tapa Brata dapat berjalan dengan lancar berkat kerjasama antar umat beragama, pemerintah dan umat Hindu Blitar raya. Sedangkan Dharma Santi itu sendiri, dapat dilaksanakan setelah rangakaian upacara hari raya nyepi selesai,” imbuh ketua panitia itu.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Blitar berharap, “Antar umat beragama harus banyak saling memaafkan, membangun hubungan yang harmonis sesuai dengan konsep Tri Hita Karana,” tutur Rijanto.

Bupati juga berpesan, umat Hindu harus selalu bersinergi membangun kebersamaan dan kekompakan antar umat beragama yang satu dengan yang lain. Perbedaan bukanlah suatu acaman, namun merupakan bentuk dari kebebasan bernegara yang demokratis yang berlandaskan pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” harap orang nomer satu di lingkup Pemeritahan Kabupaten Blitar ini.

Saat dikonfirmasi deliknews, Lestari. mengatakan, Dharma Santi intinya saling menghaturkan maaf memaafkan sehingga menuju ke kebaikan. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah melestarikan dan melaksanakan petunjuk-petunjuk sastra suci Agama Hindu sebagai tuntunan melaksanakan kehidupan sehari-hari. Meningkatkan persatuan dan kesatuan antar umat Hindu, Sebagai momentum membangun persaudaraan antar umat beragama ditengah perbedaan menuju perdamaian di lingkup Kabupaten dan Kota Blitar.

Selanjutnya, perayaan Dharma Santi ini diakhiri dengan penyerahan piala bergilir dan penyerahan hadiah dari Bupati Blitar kepada para pemenang Pawai Ogoh-ogoh 2019. Semoga dengan diadakannya acara Dharma Santi yang dihadiri antar umat beragama ini bisa menjadikan salah satu contoh kerukunan antar umat beragama di Indonesia,” pungkas pak les sapaan akrapnya.(hms)


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *