Gawat, Prostitusi Online Menawarkan Banyak Gadis Dibawah Umur. Ini Kata Kapolres Blitar


Blitar.deliknews – Tidak hanya kalangan artis saja yang ditawarkan melalui bisnis prostitusi online, kalangan bawahpun sudah marak terjadi. Parahnya lagi, gadis yang diperjualbelikan kepada pria hidung belang anak di bawah umur alias ABG (Anak Baru Gede).

Terungkapnya kasus prostitusi online di wilayah hukum Polres Blitar saat ditangkapnya seorang mucikari berinisial RS (23) warga Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar sedang mengantar anak yang dijualbelikan itu, di sebuah hotel yang berada di jalan Bening No. 43 Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar,

Dalam aksinya, RS menawarkan barang daganganya (LC/pemandu lagu yang bisa langsung di boking) melalui media facebook. Selanjutnya jika sudah merasa cocok, transaksi diteruskan dengan berkomunikasi melalui media washapp.

“Prostitusi modus online, dimana seorang mucikari menawarkan ke pelanggan (pria hidung belang) melalui facebook. selanjutnya, peminat akan menginbox tersangka atau mucikari, dilanjutkan berkomunikasi melalui media washapp,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridha, Jumat (8/3/2019).

Dihadapan petugas, RS mengaku menjual anak bokingan itu seharga Rp.1.500.000 dan dia mengambil keutungan Rp. 200.000 dari masing – masing anak, selebihnya diberikan kepada mereka.

Selain itu, dia juga mengaku kalau meraka (anak yang diperjualbelikan itu) berasal dari wilayah Kediri, namun sudah lama menetap di Blitar dan sudah putus sekolah.

“Mereka yang diperjualbelikan anak yang masih berumur 13 dan 14 tahun, namun sudah dropout (putus) dari sekolah,“ jelas  Anisullah.

Dari hasil penangkapan RS, diketahui Satreskrim Polres Blitar telah menyita beberapa barang sebagai barang bukti yakni, sebuah handphone milik tersangka dan korban, uang Rp 210 ribu disita dari reseptionis hotel dan sebuah kunci kamar hotel yang dipergunakan untuk transaksi.

Sehingga, Akibat perbuatannya, RS melanggar Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, atas perubahan  UU Nomor 23 tahun 2002, atau  Pasal 45 ayat (1) sub Pasal 27 ayat 1 UU RI No.19 tahun 2016. Ancamannya pidana penjara hingga 10 tahun dan atau denda Rp 200 juta,” pungkas Kapolres Blitar.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *