Oknum Wartawan Malak, Di Seret Ke Kantor Polisi


Blitar.deliknews – Telah terjadi dugaan tindak pemerasan terhadap seseorang yang berinisial KM, beralamatkan di Kota Blitar. Hal ini di ungkap oleh Kapolres Blitar, AKBP Adewira Negara Siregar, melalui Kasat Reskrim, AKP Heri Sugiono pada pers rilisnya, selasa (19/2/2019).

Kronoligis kejadian, waktu itu korban KM keluar dari sebuah Hotel Grand Mansion di Kota Blitar, tanpa di ketahui, tersangka yang telah di ketahui bernama Puji Cahyono (47) juga sebagai oknum wartawan salah satu media cetak mingguan, yang beralamatkan di Perum Sukodono Permai Blok G-4 Rt 24 Rw 05, Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, membututi korban sampai di rumah sambil memfoto.

Selanjutnya, Tersangka Cahyono mendatangi korban untuk meminta nomer handphone. Setelah mengetahui, tidak begitu lama tersangka menelepon korban dengan nada ancaman. Yang intinya, kalau korban tidak segera mentransfer uang, foto – foto korban selama berada di hotel akan di sebarluaskan oleh tersangka melalui media masa yang dia ikuti.

“Dengan mengendarai Mobil Honda Jazz warna Putih, tanpa disadari, korban di foto oleh tersangka saat berada di hotel,“ ungkap Heri.

Heri juga menambahkan, “Awalnya korban didatangi oleh orang yang tidak dikenal dengan ciri – ciri berbadan besar, kulit hitam, rambut panjang. Selanjutnya, orang tidak dikenal tersebut menanyakan nomer handphone. Tidak berselang lama, orang yang tidak dikenal tersebut menelepon korban dan meminta sejumlah uang. Ia mengancam apabila korban tidak memenuhi permintaan, maka foto – foto korban akan disebarluaskan di media sosial. merasa terancam dan rahasianya terbongkar, akhirnya korban mentransfer sejumlah uang kepada tersangka sebesar Rp. 40.000.000,“ tandasnya.

Atas kejadian tersebut, korban selanjutnya melaporkan ke polisi. Atas laporan tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Blitar Kota segera bertindak untuk melakukan penyelidikan secara mendalam. Kemudian pelaku berhasil di tangkap.

“Pelaku berhasil kita tangkap di sebuah SPBU Tugurante, dan akan mempertangung jawabkan perbuatanya dengan acaman sembilan tahun penjara (KUHP, pasal 368 ayat 1),“ tutup Heri


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *