Akibat Cemburu, Tega Bunuh Anak Istri Di Depan Mertua


Blitar.deliknews – Akibat depresi berat, Sunardi (33), seorang warga Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, kalap dengan menghabisi anak istrinya dengan pisau dapur pada hari sabtu (16/2/2019) malam.

Aksi pembunuhan sadis itu diketahui setelah pria berperawakan tinggi dan berambut plontos itu selesai sholat isak sekitar pukul 19.30 WIB.

Sedangkan menurut Kasubag Humas Polres Blitar, IPTU Burhannudin dalam rilisnya, keduanya terlibat cekcok sebelum aksi pembunuhan itu terjadi.

Belum diketahui persoalan apa yang membuatnya Sunardi melakukan perbuatan keji itu. Hingga ia tega menghabisi istri dan anaknya yang masih berusia 17 bulan itu.

“Pelaku yang masih suami dan juga  ayah dari korban, sekitar 2 hari belakangan mengalami depresi atau gangguan jiwa. Adapun kejadianya, setelah sholat Isyak pelaku Sunardi mengambil pisau dari dapur dan tanpa berbicara langsung menusuk berkali kali  ke bagian tubuh korban terhadap anak istrinya,“ kata Burhan, Minggu (17/2/2019).

foto : pisau dapur yang digunakan untuk membunuh korban ( anak dan istrinya )

Keterangan lain juga telah di ungkap oleh keluarga korban, Pasiati (33) sepupu korban. Saat itu deliknews mencari motif penyebab aksi brutal tersebut di rumahnya.

“Kalau saya dengar, dia cekcok karena sama-sama cemburu,” ungkap Pasiati Minggu (17/2/2019).

Menurutnya lagi, dalam kondisi kalap itulah, Sunardi kemudian membunuh istri dan anaknya. Dengan menggunakan pisau dapur, Sunardi kemudian menusuk tubuh istri dan balitanya hingga tewas, didepan rumahnya.

“Saat warga datang itu keduanya sudah dalam kondisi bersimbah darah karena luka parah. Keduanya dibunuh dengan pisau dapur di depan rumahnya, dan diketahui oleh ayah korban. Mengetahui hal itu, ayah korban bersama warga melapor ke polisi,” imbuhnya.

Usai menghabisi istri dan anaknya, Sunardi langsung diamankan warga, dan digelandang aparat ke Mapolsek Doko. Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap Sunardi guna mengetahui motif pembunuhan sadis itu.

“Polres Blitar telah mengamankan pelaku tindak pidana KDRT yang mengakibatkan korban (istri & anak)  meninggal dunia sebagaimana diatur dalam pasal  Psl 43 ayat (3) UURI Nomor : 23 tahun 2004 ttg KDRT  dan/atau pasal  338 KUHP,“ tutup mantan kanitreskrim polsek gandosari, Burhannudin.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *