Sumur Bor Merupakan Upaya Pemkab Blitar Dalam Mengatasi Krisis Air Bersih Di Wilayah Blitar Selatan


Blitar.deliknews –  Untuk mengatasi kesulitan air bersih, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI kembali memberikan bantuan sarana air bersih (sumur bor) untuk daerah sulit air di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (13/2/2019). Daerah sulit air tersebut yakni Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar.

Seremonial penyerahan dilakukan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama perwakilan Pemda Blitar yaitu Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Blitar Agus Santoso, pejabat lingkungan Pemkab Blitar, kepala dinas PU Kabupaten Jombang, dan muspika Kecamatan Bakung.

Kepala Pusdatin Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan, sumur bor di Desa Sidomulyo tersebut dibangun oleh Badan Geologi Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2018. Penyerahan ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

” Penyerahan manfaat sumur bor ini merupakan salah satu program kegiatan energi berkeadilan dari Kementerian ESDM yang merupakan perwujudan dari Nawa Cita, antara lain menyangkut membangun masyarakat dari pinggiran, salah satu wujudnya adalah adalah air bersih ini, “ ungkap Agus.

Selain di Blitar, ia menuturkan. Sampai dengan tahun 2018, Badan Geologi Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2290 titik sumur bor air tanah dan melayani sekitar 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten, masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Sedangkan sumur bor yang dibangun di Kabupaten Blitar, sumur tersebut memiliki spesifikasi teknis kedalaman 130 m, debit 1 Liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA=8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.800 jiwa.

Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskan permasalahan air berih di daerah sulit air, Kementerian ESDM terus berupaya menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah sulit air. Jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia sendiri, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia, “ jlentrehnya.

Sementara itu, Bupati Blitar, Drs H.Rijanto MM melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Kabupaten Blitar Agus Santoso, mengatakan, nantinya Pemkab Blitar akan mengusulkan 4 titik yang terdiri di daerah, 2 titik Kecamatan Panggungrejo, 1 titik di Desa Ngeni Kecmatan Wonotirto dan 1 titik di Kecamatan Wates.

“ Melalui Kementrian ESDM, ketersediaan air bersih di wilayah Blitar selatan yang sering kekurangan air, dapat terpenuhi melalui bantuan pembuatan sumur bor, “ terangnya.

ia juga menerangkan bahwa, kawasan blitar selatan merupakan kawasan pegunungan yang dikenal sulit air. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan air, biasanya warga membeli air dalam satu tangki 5.000 liter seharga Rp300.000 di waktu musim kemarau.

Selain itu ada sumur bersama dan sungai alam yang biasa dijadikan sumber air bersih. Namun, lokasinya jauh dan sulit dijangkau dan terkadang kering saat kemarau mencapai puncaknya. Sebagian rumah warga juga tersambung jaringan perpipaan air bersih, namun seringkali pasokannya tidak stabil.

“ Pemkab Blitar, dalam hal ini sangat berterima kasih atas dibangunnya sumur bor dan rumah pompa. Semoga ini bisa membantu mengatasi daerah sulit air di Blitar, “ ucapnya.

Terakhir, Pemkab Blitar, akan terus berupaya mengatasi masalah kekeringan maupun kekurangan air yang masih terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Blitar selama musim kemarau. “Selain bantuan dari kementerian (Kementerian ESDM) maupun pemerintah provinsi, pihak swasta serta perusahaan juga membantu pembangunan sumur bor melalui program CSR-nya,” pungkanya (adv.hms)


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *